Home » » Selayang Kritik kepada Jokowi

Selayang Kritik kepada Jokowi

Written By Bayu Winarko on Selasa, 08 Juli 2014 | 12.47

Selayang Kritik kepada Jokowi



Dengan mengesampingkan janji kampanye saat Gubernur DKI pada 2012 lalu, ternyata masih banyak aspek lain yg bisa kita kritisi dari Capres nomor urut 2 ini, berikut paparannya sebagai pertimbangan :
  • Yth Bpk Jokowi,
    Dalam debat capres pertama, bapak bilang “E-goverment, e-budgeting, …, semuanya dibangun.. Panggil saja programmer, tidak ada dua minggu bisa dilakukan,” [1]
Maaf, sistem teknologi informasi seperti apa yang ingin bapak bangun dalam “dua minggu”? Saya suka dengan semangat pembaruan dan optimisme tinggi yang bapak tunjukkan, tetapi bapak harus sabar dan meluangkan waktu yang cukup untuk membangun sistem teknologi informasi di pemerintahan kelak. Cepat dalam bekerja tentu saja hal yang baik, tetapi kalau kualitasnya buruk akan sia-sia. Tidak bisa dipakai dan akhirnya hanya membuang-buang uang rakyat saja.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Terkait pengembangan sistem IT di pemerintahan, bapak bilang “Panggil saja programmer, kurang dari dua minggu bisa dilakukan,” [1] Lalu tentang sumber dana wajib belajar 12 tahun, “Apalagi Rp 40 triliun, itu gampang. Bisa dicari,” [2]
Maaf, saya apresiasi pernyataan “optimis” bapak dalam dua debat tersebut. Tapi saya harap itu bukan merupakan bentuk dari menggampangkan masalah yang dihadapi bangsa ini. Karena dari rekam jejak bapak sebelumnya, mengenai permasalahan macet dan banjir Jakarta bapak pernah bilang, “Kelihatannya nggak sulit-sulit amat.” [3] Apa bapak ingat?. Tapi kenyataannya sampai sekarang Jakarta masih macet dan banjir.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Usai debat capres kedua bapak mengatakan, “Kan mau pegang pemerintahan jadi harus tahu singkatan.. DAU, DAK, TPID harus tahu,” [4]
Maaf, apakah bapak sudah konsultasi dengan BPHN atau KHN mengenai PMPTK dalam rangka pembuatan UUSPN? Kan bapak mau pegang pemerintahan... jadi harus tahu singkatan dong, BPHN, KHN, PMPTK, UUSPN semuanya harus tahu..
  • Yth Bpk Jokowi,
    Saat debat capres kedua bapak bilang, “Kita akan berikan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Sehat. Ini sistem yang dibangun, bukan hanya anggaran saja,” [5]
Maaf, bukankah saat ini juga ada sistem? Sudah ada wajib belajar 9 tahun disertai BOS (bantuan operasional sekolah) untuk pendidikan. Juga sudah ada kartu BPJS (badan penyelenggara jaminan sosial) untuk kesehatan. Apakah bapak bermaksud mengganti sistem-sistem tersebut dengan sistem yang baru? Saya kira lebih baik bapak lanjutkan dan perbaiki sistem yang sudah ada, karena kesinambungan pembangunan adalah lebih baik daripada mulai lagi dari awal. Dan juga untuk membangun sistem saat ini sudah memakan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Pada debat capres ketiga, menanggapi pertanyaan pak Prabowo tentang permasalahan Laut China Selatan, bapak menanggapi “Ini adalah urusan negara lain dengan yang lain, tapi kalau kita bisa masuk dan berperan juga baik..” [6]
Maaf, bapak bilang calon presiden harus tahu singkatan, tapi masak tidak tahu kalau pulau Natuna kita di Laut China Selatan akan diklaim oleh Tiongkok?
  • Yth Bpk Jokowi,
    Menjawab pertanyaan pak Prabowo soal penjualan Indosat di zaman Megawati, bapak bilang “Pada saat Ibu Mega jadi Presiden. Kondisi ekonomi belum baik.. Indosat kita jual.. kuncinya satu kita ambil kembali,” [7]
Maaf, Indosat dijual bukan di saat ekonomi sedemikian sulit tapi di tahun 2002, di mana kondisi ekonomi sudah lama sembuh dari krisis. Dan kalau alasannya ekonomi tidak baik, maka pak Habibie jauh lebih berkepentingan menjual Indosat. Kenyataannya beliau tidak melakukan itu dan tetap berhasil mengatasi krisis ekonomi. Saya kira intinya bukan sekedar mengambil kembali Indosat, tetapi bercermin pada penjualan Indosat dulu, bagaimana supaya penjualan aset negara tidak terulang lagi di masa depan, perlu diperjelas apa alasannya.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Pada debat capres ketiga, bapak katakan “Dengan drone, bisa dilihat mana ada kekayaan ekonomi maritim yang diambil. Drone berguna untuk pertahanan, bisa mengejar ilegal fishing, ilegal logging …” [8]
Maaf, benarkah bapak akan gunakan drone untuk memantau maritim? Tahukah bapak luas laut kita? 5,8 juta km2. Berapakah daya jangkau sebuah drone? drone global hawk seharga 1.6T yang baru2 ini dimiliki Jepang hanya dapat memantau 100 ribu km2 wilayah per hari, diperlukan waktu berapa lama untuk bisa memantau seluruh perairan kita dengan tiga drone yang bapak rencanakan? Saya setuju melakukan modernisasi peralatan utama sistem pertahanan kita. Tetapi untuk itu perlu kajian mendalam dari para pakar terkait pilihan teknologi yang akan digunakan, karena hal ini menyangkut penggunaan uang rakyat untuk biaya yang tidak murah.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Saat dikonfirmasi mengenai pelanggaran aturan karena berkampanye di Monas, bapak katakan “Saya enggak tahu, saya kan cuma diundang, yang ngadain relawan Merah Putih,” [9]
Maaf, ini namanya melemparkan tanggung-jawab. Saat menerima undangan, bapak sudah tahu siapa yang mengundang, untuk tujuan apa, dan di mana tempatnya. Bagian mana yang bapak tidak tahu? Sebelumnya bapak juga bilang tidak tahu kasus korupsi busway karatan dan bapak korbankan bawahan untuk bertanggung-jawab sendiri. Saya kira rakyat akan resah kalau setiap ada permasalahan yang muncul, presidennya selalu bilang “ngga tahu” dan melemparkan tanggung-jawab kepada anak-buahnya. Bagaimana kalau sekali-kali bapak yang ambil tanggung-jawab itu? Kasihan para relawan.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Terkait pernyataan tim sukses bapak, Musdah Mulia, bahwa kalau bapak memang kolom agama akan dihapus dari KTP, bapak membantah “Karena sesuai sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. Agama itu identitas, ya tidak apa-apa ada di KTP,” [10]
Terima kasih atas klarifikasinya pak, lalu bagaimana dengan agenda-agenda bapak yang lain? Misalnya
“Peraturan soal pendirian rumah ibadah itu akan dihapus. Aturannya menyulitkan kaum minoritas,” ujar Musdah Mulia tentang sikap Jokowi-JK terhadap Peraturan Bersama Dua Menteri [11]
“Ke depan kami berharap perda syariat Islam tidak ada. Ini bisa mengganggu kemajemukan karena menciptakan pengotak-ngotakan masyarakat,” kata Ketua Tim Hukum dan Advokasi Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan, menjelaskan komitmen Jokowi-JK dalam memberlakukan sistem hukum [12]
Apa bapak yakin sebagian besar rakyat menginginkan ini?
  • Yth Bpk Jokowi,
    Dalam debat mengenai alutsista tank Leopard, bapak katakan “Tank itu terlalu berat Pak Prabowo. Jalan kita rusak semua, jembatan kita tidak kuat menahan tank 62 ton,” [13]
Maaf, apa dasar bapak menyatakan hal itu? Sudahkah melalui riset dan pemikiran yang mendalam, ataukah hanya hasil membaca semalam? Berikut adalah penjelasan para pejabat yang mempunyai otoritas di bidang ini. “Sudah dilakukan pengujian, melalui jalan darat dari Surabaya hingga Situbondo.. di jalan biasa tidak ada masalah,” ujar Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro [14]

“Dengan teknologi, beban 62 ton akan dibagi dalam banyak titik, sehingga beban per 1 cm persegi hanya 0,69 Kg. Beban ini lebih ringan dibanding beban sepatu hak tinggi yang dipakai seorang perempuan,” kata Harald Westerman, Managing Director Rheinmetall Landsysteme, pabrik pembuat leopard, ia pun melanjutkan “Leopard tidak akan membuat jalan beraspal maupun tanah ambles. Hanya di rawa saja Leopard tidak bisa digunakan” [15] Jadi, apa dasar bapak menyatakan hal itu?
  • Yth Bpk Jokowi,
    Dalam kampanye di Kalimantan Barat bapak menyindir pak Prabowo, “Masa debat setiap hari isinya bocor terus, memangnya pompa air,” [16]
Maaf, saya kira memang inilah masalah terbesar yang sedang dihadapi bangsa kita. Kebocoran sumber kekayaan alam kita ke luar negeri, melalui freeport, newmont, penjualan gas murah, penjualan minyak mentah dll. Jadi sangat wajar kalau calon presiden berbicara tentang kebocoran ini dan memaparkan visi dan misi untuk menutupnya. Bukan malah meremehkan masalah kebocoran ini dan menyamakannya dengan pompa air.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Ketika membahas lengan kanan bapak yang luka-luka kecil akibat banyaknya warga yang bersalaman, bapak menyindir keberanian pak Prabowo, “Coba yang di sana berani nggak menyalami sampai berdarah-darah seperti ini? Paling keluar panggung wo wo wo wo wo…sudah,” [17]
Maaf, apakah ini penting? Penting mana dengan perang membela negara? Penting mana dengan menciptakan lapangan kerja? Penting mana dengan menutup kebocoran kekayaan alam? Penting mana dengan melindungi pulau Natuna di Laut China Selatan? Penting mana dengan menjaga aset negara dari dijual oleh partai penguasa?
  • Yth Bpk Jokowi,
    Di Pondok Pesantren Babussalam bapak menjanjikan “Satu Muharram menjadi Hari Santri Nasional saya sanggupi. Itu wajib diperjuangkan,” [18]
Terima kasih atas janji bapak, sebagai muslim saya senang kalau santri dihargai. Tapi bagaimana realisasinya kelak? Apakah memang ini bagian dari agenda kerja yang sudah bapak rancang dengan baik? Ataukah janji ini terlontar secara spontan tanpa dipikirkan terlebih dulu? Lalu bagaimana kalau ada elemen masyarakat lain yang meminta hari yang lain lagi? Apakah bapak akan berjanji lagi?
  • Yth Bpk Jokowi,
    Mengenai perbedaan bapak dengan pak Prabowo, bapak bilang “Siapa coba yang berani ngomong mendukung Palestina?” [19]
Terima kasih atas dukungan bapak kepada Palestina, sebagai muslim saya suka mendengar janji itu. Tetapi tahukah bapak, jauh sebelum ini Prabowo sudah menyumbang 500 juta rupiah ke palestina, dan juga sudah lebih dulu sepakat untuk memerdekakan palestina di dalam kontrak politiknya. [20] Dan bukankah hal itu memang sudah menjadi amanat konstitusi kita, siapapun presidennya kelak? Apakah perlu diomongkan lagi?
  • Yth Bpk Jokowi,
    Saat konferensi pers di Bandung, merespons kasus pengepungan salah satu stasiun televisi swasta oleh simpatisan PDIP karena dianggap menyudutkan, bapak mengatakan “..kan medianya ikut bantu manas-manasin. Salah sendiri manas-manasin. Makanya jangan ikut manas-manasin. Jangan sekali-kali salahkan relawan,” [21]
Maaf, bapak adalah pemimpin yang diikuti oleh banyak orang. Dan pemimpin adalah juga pengayom yang menaungi para pengikutnya agar tetap sejuk dan nyaman walau di tengah siang yang terik. Oleh karena itu sepanas apapun situasi bapak harus tetap sabar, dan menyabarkan para pengikut bapak. Jangan terbawa emosi sehingga mengeluarkan pernyataan yang semakin memanaskan keadaan. Saya kira pernyataan itu tidak sesuai dengan image bapak selama ini yang lembut dan selalu bilang “aku rapopo”.
  • Yth Bpk Jokowi,
    Pada debat capres kelima, menanggapi pertanyaan pak Prabowo tentang pernyataan bapak dalam kampanye di Indramayu bahwa petani tidak memerlukan koperasi, bapak menjawab: “Mungkin Bapak salah baca atau salah dengar. Saya kira semua orang tahu bahwa koperasi itu adalah saka guru kita. Jadi tidak mungkin Jokowi berkata seperti itu,” [22]
Maaf, ketika kampanye di Indramayu tanggal 17 Juni, apa bapak ingat pernah mengucapkan ini tentang koperasi bagi para nelayan dan petani? “Yang saya tangkap di bawah, sepertinya mereka tidak senang dengan adanya koperasi. Karena, mereka yang bisa mendapatkan modal cuma pengurusnya saja. Kalau masalah itu harus mengertilah,” [23] Tanggal 17 juni baru berselang setengah bulan yang lalu, bukan setengah tahun apalagi setengah abad. Saya kira itu bukan waktu yang cukup lama untuk lupa dengan apa yang pernah kita ucapkan. Kalau memang bukan itu yang bapak maksud dengan pernyataan ini, sebaiknya bapak mengklarifikasi maksud sebenarnya dari pernyataan ini, bukan menyangkal pernah menyatakan hal ini.




SUMBER :
[1] http://www.merdeka.com/teknologi/pernyataan-jokowi-soal-2-minggu-selesai-jadi-perdebatan-hebat.html
[2] http://www.jpnn.com/read/2014/06/15/240513/Jokowi-Anggap-Gampang-Cari-Dana-Rp-40-T-
[3] http://www.rmol.co/read/2011/06/28/31483/Walikota-Solo:-Kelihatannya-Nggak-Sulit-sulit-Amat-Atasi-Macet-dan-Banjir-Jakarta-
[4] http://www.merdeka.com/politik/jokowi-mau-pegang-pemerintahan-harus-tahu-singkatan-tpid.html
[5] http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/15/269585219/Jokowi-Fokus-Benahi-Sistem-Bukan-Anggaran
[6] http://nasional.kompas.com/read/2014/06/23/0215124/.Capres.Kok.Enggak.Paham.Letak.Geografis.
[7] http://www.merdeka.com/peristiwa/pembelaan-kubu-jokowi-soal-mega-jual-indosat.html
[8] http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/22/269587172/Debat-Capres-Jokowi-Fokus-Beli-Drone
[9] http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/06/24/1946201/jokowi.tak.tahu.dilarang.kampanye.di.monas
[10] http://www.tribunnews.com/nasional/2014/06/20/jokowi-tetap-akan-pertahankan-kolom-agama-di-ktp
[11] http://www.tribunnews.com/nasional/2014/06/20/jokowi-tetap-akan-pertahankan-kolom-agama-di-ktp
[12] http://nasional.inilah..com/read/detail/2106595/pemerintahan-jokowi-jk-akan-larang-perda-syariat
[13] http://news.detik.com/pemilu2014/read/2014/06/24/164328/2617973/1562/jokowi-sebut-leopard-tak-cocok-di-jalanan-indonesia-benarkah
[14] http://www.tempo.co/read/news/2014/06/24/078587628/Menhan-Bantah-Argumentasi-Jokowi-Soal-Tank-Leopard
[15] http://news.detik.com/read/2014/06/25/091005/2618477/10/leopard-merusak-jalan-direktur-rheinmetall-oh-tidak
[16] http://nasional.kompas.com/read/2014/06/23/1918318/Jokowi.Debat.Isinya.Bocor.Terus.Emangnya.Pompa.Air
[17] http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2068823/disalami-banyak-orang-jokowi-kena-luka-cakar
[18] http://nasional.kompas.com/read/2014/06/27/2231513/Jokowi.Janji.Tetapkan.1.Muharram.Jadi.Hari.Santri.Nasional
[19] http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/06/30/269589321/Jokowi-Dua-Hal-yang-Membedakan-Saya-dari-Prabowo
[20] http://nasional.kompas.com/read/2014/06/26/1924033/Hidayat.Nur.Wahid.Prabowo.Sumbang.Rp.500.Juta.untuk.Palestina
[21] http://www.antaranews.com/berita/442275/jokowi-nyatakan-jangan-salahkan-simpatisan-kepung-tvone
[22] http://nasional.kompas.com/read/2014/07/05/22245851/Ditanya.soal.Penghapusan.Koperasi.Jokowi.Jawab.Prabowo.Salah.Baca
[23] http://nasional.inilah..com/read/detail/2111779/kud-jokowi-ciderai-cita-cita-pendiri-bangsa
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Winarko - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger